Pages

Saturday, 1 November 2014

“Saya ini cocoknya usaha apa ya?”


Ada empat hal yang perlu dikembangkan dalam proses mengembangkan sebuah bisnis usaha kecil atau usaha menengah. Empat hal itu adalah yang pertama pola organisasi dan administrasi yang baik. Kemudian yang kedua, perpaduan aset fisik berwujud sebagai sumber daya manusia alam, serta aset yang tidak berwujud seperti hal-hal yang mungkin bisa digali dari sesuatu yang menjadi value dari usaha kecil menengah tersebut. Yang ketiga adalah bagaimana sebuah umkm itu bisa secara adaptif merespon pasar yang selalu berfluktuasi. Yang keempat adalah budaya organisasi.

1.mencoba mensharingkan bagaimana sebaiknya pola organisasi dan administrasi yang baik dikembangkan untuk sebuah usaha kecil dan menengah.Sebuah usaha kecil dan menengah biasanya masih mengalami kesulitan untuk membangun sebuah struktur administrasi yang baik. Sebagai misal sederhana adalah berkaitan dengan pembukuan atau pencatatan keuangan

2.Dikembangkan upaya-upaya untuk mengidentifikasi mana aset pribadi, dan mana aset usaha. Misalkan, kalau anda mempunyai sebuah toko, maka toko ini dianggap sebagai aset usaha yang terpisah dari aset pribasi anda. Kendaraan yang mensupport usaha anda, tentunya juga harus dipisahkan sebagai aset usaha dibandingkan, atau jangan dicampurkan dengan sebagai aset pribadi.


3. Bisa juga mengawali dengan menciptakan suatu mekanisme atau standar untuk menetukan pemilihan supplier atau pemasok yang cukup baik.Kekuatan dari usaha kecil dan menengah adalah kondisi dimana usaha kecil dan menengah itu memiliki sumber daya yang cukup bernilai.Kebiasaan berpikir kreatif dan inovatif inilah yang memungkinkan usaha kecil dan menengah mampu bertahan dalam kondisi perekonomian dan kondisi persaingan yang luar biasa saat ini.Resources yang ketiga, yaitu adanya kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap pasar.

Whidya Utami 



“Saya ini cocoknya usaha apa ya?”
~ Nur Agustinus ~Apa itu berpiki efektual? Lawan dari berpikir efektual adalah berpikir kausal. Berpikir secara efektual secara sederhana digambarkan sebagai seseorang yang melihat di lemari esnya tersedia apa, di dapurnya ada apa, di lemarinya ada apa, dari sana kemudian dikumpulkan bahan-bahan yang dimiliki, lalu bisa membuat masakan apa. Tentunya ada banyak masakan yang bisa dikerjakan atau dihasilkan dari bumbu-bumbu atau bahan-bahan yang sudah dimiliki oleh ibu tersebut. Ini berpikir efektual.
,
Sebetulnya yang paling tahu adalah dirinya sendiri karena kalau misalnya kemudian dia diberi tahu oleh orang lain, “Kamu itu cocoknya bisnis dibidang ini, misalnya, atau di bidang itu”, maka dia akan berusaha mencari, melengkapi apa yang kurang. bisa mengerjakan bisnis itu tanpa harus menunda-nunda. Ini prinsip efektual yang paling basic, paling prinsip. Jadi artinya, berpikir dengan dari diri sendiri. Bukan dari yang di luar kita. Selanjutnya akan kita bahas satu per satu mengenai prinsip-prinsip dalam berpikir secara efektual ini.

Ada lima prinsip dalam teori efektuasi,yaitu   :

Prinsip yang pertama adalah Bird In Hand. Bird In Hand adalah ungkapan dalam lingkungan di Amerika yang berarti tentang apa saja yang dimiliki oleh kita. Apa saja yang ada di tangan kita sebetulnya. Ini bicara tentang tiga hal, yaitu siapa diri kita, yang kedua adalah apa yang bisa kita lakukan, dan yang ketiga adalah siapa saja yang kita kenal. Kalau kita kembali pada hakikat Bird In Hand ini, siapa diri kita itu bicara tentang misalnya passion saya itu apa? Hobi saya apa? Saya ini lulusan apa? Saya itu bisa apa? Kemudian juga bisa, mungkin saya dari keluarga apa? Itu adalah apa-apa saja, atau siapa saya.

Prinsip yang kedua adalah affordable loss. Affordable loss artinya sejauh mana entrepreneur itu siap menanggung kerugian. Setiap usaha pasti ada resiko. Resiko itu beraneka ragam. Bisa resiko uang, resiko waktu, bisa resiko tenaga, dan sebagainya.

Prinsip yang ketiga adalah lemonade principle. Lemonade principle itu juga merupakan ungkapan yang ada di Amerika, yaitu ketika hidup terasa seperti lemon, lemon berarti kecut, yang rasanya kecut, buatlah menjadi lemonade. Lemonade itu limun. Seorang entrepreneur harus bisa punya kreatifitas, harus punya mental yang tahan uji. Kalau pun ada situasi yang tidak pasti, yang tidak enak, bisa membuatnya menjadi sesuatu yang berguna, berpeluang bagi dia. Jadi artinya dia tetap punya cara untuk mengatasi problem-problem yang dihadapi. Ini adalah prinsip yang ketiga. Tampaknya mungkin sederhana, tapi ini adalah kunci yang penting

prinsip yang keempat, prinsip yang keempat adalah crazy quilt. Crazy quilt yaitu kumpulan dari perca-perca kain yang dijahit sehingga menghasilkan sebuah selimut yang indah. Apa maksud dari crazy quilt ini? Crazy quilt ini adalah kemampuan seorang entrepreneur membangun network dari pihak-pihak yang lain, jadi banyak-banyak pihak seperti pecahan-pecahan perca-perca kain ini dia kumpulkan, dia jadikan satu sehingga berguna buat dia. Jadi kalau misalnya, saya misalnya punya banyak teman, punya setumpuk atau sekotak kartu nama orang-orang yang pernah saya kenal, tapi tidak pernah saya ajak bekerja sama,

prinsip yang kelima adalah Pilot In The Plane. Apa maksudnya? Kita menganggap bahwa hidup kita ini adalah sebuah pesawat dimana kita adalah pilotnya. Maka, kita lah yang menentukan pesawat kita ini mau ke mana. Kita harus bisa mengontrol kemana kita mau menuju. 

 ( Nur Agustinus )



 GOAL

     Yang pertama kita harus memiliki goal atau target. Kapan kita akan menjadi usaha besar. Kita pertama harus punya mimpi. Punya visi bahwa bisnis saya nanti akan menjadi bisnis besar. Itu tidak perlu diomong-omongkan ke orang. Tidak perlu dicuap-cuapkan itu menjadi sombong, tapi kalau Anda dalam hati, dalam pikiran Anda tanamkan bahwa kalau nanti akan menjadi besar itu akan lebih bagus.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,yaitu   :

Yang pertama adalah memanage keuangan. Jadi kuncinya di keuangan. Karena kita seringkali tidak bisa memilah antara uang untuk perusahaan atau bisnis dan uang untuk pribadi. Yang paling sering terjadi uang bisnis dipakai uang pribadi. Sudah pasti hancur itu.

yang kedua, ketika sudah bisa memilah antara bisnis sama pribadi tadi. Kita juga harus konsisten mengontrol keuangan kita. Kita menjadi memiliki tantangan yang cukup besar. Ketika bisnis mulai merambah naik, kemudian keuntungan sudah mulai kelihatan, kita lengah untuk melakukan kontrol kontrol keuangan utamanya dan kontrol bisnis. Karena dua ini selalu didapatkan atau profit itu didapatkan dari pendapatan dikurangi biaya itu adalah profit. Dua sumber tadi, entah pendapatan, entah biaya, ini yang harus kita kontrol supaya profitnya tetap. Dalam kondisi ini.
      Nah, ketika itu sudah dilakukan, kita harus memikirkan pengembangan.Nah, ini perlu ada pengembangan usaha. Entah itu cabang di sebelah mana kerena itu bagus juga untuk branding. Jadi kita harus memiliki supaya brand kita lebih dikenal oleh masyarakat atau pasar, kita harus memiliki cabang yang banyak.
    Para UMKM tidak usah ragu untuk mengembangkan usaha ini selama itu masih dilakukan dengan konsisten. Lagi-lagi ini permasalahan konsistensi kita untuk menjaga diri dan mengembangkan usaha ini karena cukup sering terjadi karena bahwa ketika kita sudah mulai besar, sudah mulai malas mengontrol, dan kita serahkan semuanya ke orang lain tanpa ada kontrol dan di situlah kemudian mulai letak penurunan mulai terjadi. Ketika itu mulai terjadi, Anda belum terasah, begitu turun lagi, mulai hancur, Anda baru terasa. Dan itulah penyebabnya kenapa di beberapa UMKM juga tidak bisa menjadi besar karena dia belum bisa melakukan hal-hal yang saya sampaikan tadi secara konsisten. Anda jangan percaya. Tapi Anda coba dulu.

    Rumus ABBA. “A”nya apa? Amati, Bertanya, Berdiskusi, dan Analisa. Siapa yang diaamati? Siapa yang diajak bertanya? Siapa yang diajak berdiskusi? Siapa lagi kalau bukan pelanggan? Nah, Joko rupanya sudah paham bahwa pelanggan adalah sumber informasi, sumber inspirasi, dan sumber inovasi, seperti yang dikatakan oleh Pak Ciputra.
Yusak Anshori 

  entrepreneur succes

Diri kita menjadi lebih baik kalau terjadi suatu transformation dan suatu transformation itu harus dilakukan sangat intensif dan fokus dan konsisten tiga itu intensity, focus and consistence.
Pertumbuhan perusahaan itu kan bisa dengan dua jalur, yaitu adalah pertumbuhannya dengan organik tumbuh dengan bisnis yang ada atau dengan cara inorganik, dengan cara akuisisi. Nah akuisisi adalah sebuah karya yang membutuhkan kompetensi tersendiri. Ini membutuhkan kompetensi tersendiri bukan semua orang mempunyai kompetensi di sana. Pada saat saya mengembangkan perusahaan ini dan mulai memandang bahwa kita perlu tumbuh dengan cara inorganik di situlah kita mengalami proses pembelajaran baru dengan mengalami beberapa kegagalan. Akuisisi itu gagal.
Tips saya yang terakhir terkait dengan tadi, seorang entrepreneur succes nya bisa ditingkatkan kalau dia me-manage 4 jenis kompetensi.
Pertama kompetensi yang harus dibangun adalah setiap industri itu ada know-howsendiri membutuhkan know-how atau mempunyai teknologi yang berbeda-beda di sini maka kompetensi adalah penguasa terhadap know-how di industri itu harus dilakukan. Katakan saja sebuah bisnis itu kelihatan dekat misalnya saya itu perusahaan makanan dan minuman, dengan begitu kita misalnya mungkin katakanlah seperti Starbucks, itu sudah bisnis yang berbeda. Itu belong to different industry, retail food itu sudah industry yang berbeda dengan makanan minuman yang manufacturing ini. Apalagi kalau saya lompat misalnya dari katakanlah makanan minuman yang sekarang ini saya membantu anak saya masuk ke industri kelapa sawit misalnya. Ini sudah menyebrang industri yang berbeda sekali makanya harus dipelajari know-how nya ini. Kalau kita mempelajari tidak bisa ada kemungkinan kita beli tarik profesional yang bisa, tapi kompetensi yang pertama harus dikuasai.
Kedua tiap industri succes rate nya sangat ditentukan bagaimana manage network itu, network itu bisa ke belakang supplier bisa ke depan costumer bisa ke samping kalau pake konsepnya chin chia mengenai value chain dia ada 4 dimensi itu dia, dan kalau ini kita manage dengan baik maka itu juga succes ratenya akan meningkat. Saya itu cuma stainless steel itu bahkan sama sekali tidak tahu pemain-pemain yang bergerak di bidang ini di upstreamnya yang seharusnya menjadi supplier saya. Itu tentunya menjadi tantangan tersendiri, know-hownya juga pada waktu itu masih sedang belajar dua kompetensi sudah saya kena.
Ketiga bisnis itu pada akhirnya pada ujung-ujungnya adalah butuh duit. Kaya tubuh kita perlu darah kalau nggak ada duitnya bagaimana susahnya. Makanya di situ itu harus dipikirkan sumber duitnya bisa dari share holder kita tarik financial partner, atau bisa pinjam dari bank. Syukur-syukur kalau jadi menantunya orang kaya. Nah ini yang ketiga, kompetensi harus dimiliki.
Keempat adalah manajemen. Ini kita bisa tarik managing partner karena manajemen itu termasuk di dalamnya leadership barang yang kelihatannya abstrak, tetapi itu impactnya sangat nyata. Kalau kita kuasai dan kita bangun semua 4 kompetensi ini entah diri kita sendiri yang menguasainya, entah kita dengan cara berpartner, entah kita merekrut orang yang bisa menutup kompetensi tadi baik dari segi know-how, network, manajemen dan keuangan, maka succes rate dari perusahaan tersebut akan meningkat. Nah itu saja tips terakhir kalau kita mau membangun usaha baru yang kira-kira bisa kita perbaiki succes rate nya.

Sudhamek AWS

Strategi petumbuhan bagi Pengusaha

Untuk menjadi seorang entrepreneur tidak usah menunda-nunda karena akibat kurangnya modal maupun mencari-cari ide bisnis yang besar.Kalau memang ingin menjadi entrepreneur,lakukan saat itu juga walaupun sangat kecil.

“ Kita belum punya ide mau bisnis apa?”. Nah, yang berpikir seperti ini bukan entrepreneur. Kalau Anda memang mau menadi entrepreneur, lakukan saat itu juga mulai dari yang sangat kecil, yang tanpa modal, mungkin modalnya kesungguhan, artinya meyakinkan orang.”
~ Dahlan Iskan ~

1.Access to human ( SDM )
Tanpa kemampuan kita mengakses human capital yang mumpuni, yang bisa memberikan kita suatu tambahan dari pada performance kita, susah men-scale up bisnis kita.
2.Access to market ( akses kita kepada pasar )
Nomor dua adalah access to market. Akses kita kepada pasar. Bagaimana di pasar ini, ini adalah sebuah kawah candradimuka di mana kita hanya punya satu choice yaitu untuk membesarkan usaha.
3.Access to capital
 Nggak akan kita bisa bertumbuh, scale up tanpa ada akses terhadap capital. Permodalan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Tapi modal itu akan mengejar kita kalau kita punya SDM yang bagus, punya produk yang bagus, dan punya akses terhadap market.  Ini dana-dana, capital-capital baik itu pedapt capital maupun perbankan akan bukan kita yang mengejar mereka, mereka yang akan mengejar kita kalau kita sudah mumpuni pada akses pertama terhadap SDM, dan akses kedua terhadap pasar tadi.
Bisnis itu kalau dikatakan itu 3P atau urip itu urup, itu menunjukkan bisnis itu tidak hanya sekedar dari profit, bisnis itu tidak hanya untuk kepentingan kita sendiri yang dikatakan share holder. kalau di dunia barat itu ada apa ya 3P itu, Profit, Planet, People itu sebetulnya di tempat kita itu ada filosofi yang lebih dalam urip iku urup.

“ Sebagai seorang calon pengusaha anda kan pertama kali yang bertanya itu yang ditanyakan adalah What industry are you going to be create? Mau masuk industri mana, ini yang kemudian perlu diidentifikasikan. Tantangan-tantangan mana yang paling banyak dan mana industri yang tantangannya relatif paling sedikit atau barangkali relatif lebih mudah diatasi? Nah kalau di industri barang konsumsi itu memang cukup melelahkan. Tantangannya dari ujung ke ujung, from end to end. Makanya saya dorong anak saya sudahlah jangan masuk di industri itu, biarkan itu papi saja yang sudah melewatinya kamu masuk ke industri yang berikutnya. Nah ini berarti mencari peluang dan mencari peluang itu tidak hanya berdasarkan knowledge versus knowledge, tapi bisa juga dengan menggunakan sistem tadi, menggunakan tools, pendekatan scientific itu bisa. Menemukan industri mana yang menarik itu kan bisa diawali dengan environment scanning dulu.”
 ~ Sudhamek ~


“ Dan nilai tambah itu tadi seperti yang saya katakan differentation yang dipersepsi penting bagi konsumen. Jadi ini yang terus kita pikirkan. Makanya jadi pengusaha seperti yang Einstein bilang “never stop questioning”. Terus kita harus terus berpikir, dari pada ngerumpi kan lebih baik berpikir. Apalagi berpikir itu untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna dan berfaedah bagi orang lain orang banyak. Itu kan hidupnya jauh lebih berbahagia, lebih berguna.”
~ Sudhamek ~

“Pelanggan adalah sumber informasi, sumber inspirasi, dan sumber inovasi.”
~ Pak Ciputra ~

Pak Antonius tanan mendefinisikan peluang sebagai “Peluang adalah pelanggan bawa uang datang berulang-ulang”. ”. Jadi, kita bisa mengidentifikasi peluang bila kita bisa memahami ada pelanggan yang bawa uang atau memiliki daya beli yang akan datang berulang-ulang.

Ada 3 kata kumci dalam entrepreneurship yakni Peluang,Solusi dan Resiko

Peluang kita dapatkan dengan cara mengubah masalah. Masalah jadi peluang. Dan untuk mengembangkan solusi, harus diinovasikan. Harus ada inovasi. Dan yang ketiga, pasti ada faktor resiko. Resiko harus dikelola, dikecilkan, jika perlu dihapus.

Setiap perusahaan akan melalui sebuah proses perjalanan kehidupannya. Pertama-tama sebuah usaha akan diawali dengan proses start up, yaitu memulai dari nol. Ibarat manusia, dia lahir. Setelah lahir, maka itu adalah memasuki tahap yang disebut dengan tahap perkenalan atau introduction. Pada tahap ini usaha mulai dikenalkan kepada pasar, kepada para pelanggannya, kepada masyarakat. Apakah pelanggannya bisa menerima atau tidak ini adalah sebuah proses dalam masa-masa perkenalan.

 ketika usaha itu masuk dalam tahap pertumbuhan dimana artinya pendapatan lebih besar daripada biaya, dengan kata lain ada untung, maka untung itu harus kita gunakan dengan bijaksana.

"Baru ketika masuk dalam fase kematangan, setelah promosi yang sangat gencar, harus diikuti dengan pendistrubusian yang lebih luas. Artinya, ekspansi, buka cabang di berbagai tempat. Ini juga penting supaya mereka atau brandnya dikenal di makin banyak daerah."

~ Nur Agustinus ~

     Strategi petumbuhan juga bisa kita lihat dalam dua hal yaitu pertumbuhan dengan market yang baru, atau pertumbuhan dengan produk yang baru. Jadi, perusahaan menghasilkan produk-produk baru untuk supaya bisa terjadi cross selling, jadi pelanggan yang sudah membeli produk A kita, dia akan membeli produk B yang kita keluarkan juga.  
Kalau itu juga mungkin kita sulit lakukan karena kita tidak melakukan diversifikasi dalam hal produk, kita bisa melakukan dengan membuka cabang di tempat lain.
  

GROW MIND SET bagi Pengusaha

Growth Mindset ( Ciputra )

     Dijelaskan oleh pak Ciputra bahwa perusahaan itu ada dua macam. Yang pertama adalah perusahaan kecil yang di scale up menjadi perusahaan besar.Yang pada mumnya dilakukan oleh orang yang belum punya pengalaman dan tidak punya modal. 
Dan yang kedua,punya modal, punya pengalaman,bikin persiapan sekaligus yang besar,dengan modal yang besar. 

     Scale up itu ada dua macam lagi.Perusahaan yang sudah berjalan lalu didelegasikan kepada orang lain. Perusahaan ini membuka suatu bisnisnya yang baru.Perusahaan tersebut bisa di scale dengan jenis usaha yang baru.Misalnya, kita mempunyai usaha property, nah untuk diversifikasi, dan juga untuk scale up, kita membuka perusahaan kelapa sawit.Atau seperti di Ciputra Group yang juga membuka perusahaan IT Komputer.  

" saya ingin melakukan sesuatu biasanya kalau ada dua manfaat. Manfaat untuk keamanan daripada itu perusahaan secara diversification, tapi juga manfaat untuk bisnis menjadi lebih besar dan bisa yang ketiga untuk membentuk kader-kader yang baru."
~ Pak Ciputra ~

     Dijelaskan pula oleh pak Ci bahwa scale up itu step by step.Walaupun belum selesai,jika kita yakin kita boleh meloncat ke tangga baru lagi.Tidak berlu nunggu sampai selesai.Contohnya pak Ci yang melakukan ekspansi ke Vietnam,belum selesai projeknya lalu sudah pindah ke Kamboja,belum selesai projeknya lalu pindah lagi ke China.Tapi harus bekerja dengan penuh perhitungan dan keyakinan bahwa kita sudah mendelegasikan kepada orang lain dan sudah membentuk tim yang baru.
Minggu 1- Growth Mindset ( Dahlan Iskan )
     Pak Dahlan selalu menekuni apa yang beliau lakukan saat itu,sampai benar-benar menguasai dan menjiwai.Kita terkadang juga sulit untuk menentukan apa lagi yang harus kita perbuat,maka kita harus bersungguh-sungguh berpikir,merenung supaya pintu kita bisa terbuka.Walau kadang-kadang untuk menunggu pintunya terbuka juga agak lama.

" Jadi menteri bagaimana? Sama saja. Tidak enak. Apa lagi tiap hari dihujat orang, sudah kerja juga nggak dipuji, berprestasi juga seperti nggak ada artinya. Saya tetep menganggap bahwa jadi pengusaha lah saat-saat paling membahagiakan karena kemerdekaan ada di kita."
~ Dahlan Iskan ~

     Fokus selalu beliau tekankan,karena banyaknya pengusaha kecil yang baru berbisnis sudah mikir jadi tim sukses presiden,jadi caleg.Untuk bisa menjadi pahlawan sekarang,bukan jamannya lagi membawa tombak.Tapi cukup jadi pengusaha saja.

" Kalau dulu mengalahkan secara politik, tahun lalu ekonomi Indonesia sudah mengalahkan Belanda. Siapa yang mengalahkan Belanda kali ini? Pengusaha."
~ Dahlan Iskan ~

Mari kita tingkatkan usaha kita menjadi 24 karat !!

Minggu 1- Growth Mindset ( Sudhamek AWS )

       Dengan konsumen melihat produk kita berbeda dan memberikan nilai tambah yang dia perlukan di situ dia akan membeli. Jadi kalau kita gunakan konsep yang simple dan klasik, AIDA. Attention, Desire, Intention sama Action itu bagaimana orang bisa dimulai bisa terjadi Attention ya karena dia melihat ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Dan yang perlu diperhatikan dalam konteks ini adalah nilai tambahnya. 
     Menurut beliau bisnis itu filosofinya adalah about differentiation perbedaan saja. Tapi perbedaan bukan saja asal berbeda, tapi juga perbedaan yang memberikan nilai tambah bagi konsumennya differentiation itu bisa differentiation pada produknya, bisa differentiation pada cara mendistribusiannya, bisa differentiation itu pada cara mengkomunikasikannya. Bisa differentiation itu sampai pada hal-hal yang sifatnya intangible yang sudah dalam bentuk brand value itu bagaimana kemudian membangun persepsi benak konsumen kita.

TONGKAT PENUNTUN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - TONGKAT PENUNTUNSudah menjadi kebiasaan orang tua-tua jika tubuh sudah tidak sekuat remaja maka tongkat menjadi alat bantu yang sungguh berguna. Begitu pula bagi kakek Putih di desa Ujung Pelangi. Kakek tersebut memang lebih dikenal sebagai Kakek Putih karena selain rambutnya yang putih juga karena ketulusan dan kebijaksanaannya dalam membantu penduduk desa memecahkan perkaranya. Kemana-mana sang kakek Putih selalu menggunakan tongkat bambu wuluhnya jika berjalan mengelilingi desa. Bambu wuluh memang dikenal sebagai bambu yang kuat dan nyaman bagi pemakainya. Kebetulan pula di kebun sang kakek banyak ditumbuhi bambu wuluh. Namun semenjak sang kakek kemana –mana memakai tongkatnya, banyak orang tua-tua di desa mulai membiasakan dirinya berjalan-jalan dengan tongkat bambu wuluh meski beberapa dari mereka tubuhnya masih terlihat tegap dan kuat. Harapannya adalah supaya bisa terlihat bersahaja dan menjadi bijaksana seperti sang kakek Putih. Menyadari itu sang kakek hanya tersenyum melihatnya. Hingga tibalah waktunya, sang kakek meninggal karena usia. Banyak orang merasa kehilangan dan terkenang akan kebaikan serta kebijaksanaannya. Dimana-mana ia dibicarakan, baik tentang kebiasaan maupun tentang tongkat penuntunnya. Tongkatnya menjadi begitu keramat dan banyak orang mulai melakukan penelitian pada tongkat tersebut. Berbagai berita tentang keajaiban dan kekuatan tongkat beredar luas di desa sepeninggal sang kakek meski tidak jelas darimana sumbernya. Sampai keluarlah ketentuan dari para tet....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Thursday, 30 October 2014

PERCAYA KEMAMPUAN DIRI SENDIRI

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PERCAYA KEMAMPUAN DIRI SENDIRIWAKTU masih kecil, Anda mungkin pernah mendengar kisah adaptasi ‘The Little Engine That Could’? Buku itu bercerita tentang kereta api yang bergerak ke bukit dengan perlahan dan tersendat. Lokomotifnya berkata pada diri sendiri, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa.” Kereta pun terus bergerak perlahan naik hingga tiba di bukit dengan selamat. Pelajaran sederhana yang dapat diberikan ialah: percayalah pada kemampuan diri sendiri. Seandainya lokomotif itu tidak percaya akan kemampuannya tiba di atas bukit, bisa jadi kisah dalam buku itu berakhir menyedihkan. Bukan hanya lokomotif itu saja yang dapat mengatakan, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa”, tetapi Anda pun dapat melakukan yang sama. William Arthur Ward, penulis kondang asal Amerika mengatakan, ”Saya adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi pemenang, dan bekerja serupa pemenang.” Ward betul, jika Anda berpikir menjadi seorang pemenang, maka memang benar Anda seorang pemenang. Kisah heroik lokomotif itu dalam dunia nyata dibuktikan sendiri oleh Hendrawan, atlet bulutangkis Indonesia. Tahun 1997, Hendrawan dinyatakan sudah habis oleh PBSI. Karena faktor usia dan prestasinya yang menurun, PBSI bermaksud mengeluarkan Hendrawan dari Tim Pelatnas. Tapi Hendrawan punya keyakinan sendiri, bahwa ia percaya kemampuannya dan belumlah habis. Hendrawan masih percaya bahwa ia dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi, dan diiringi kerja keras yang tida....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, 18 October 2014

LAYANG-LAYANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - LAYANG-LAYANGSebuah layang-layang yang baru saja selesai dibuat. Pemiliknya membawa ia ke lapangan terbuka. Secara perlahan-lahan layang-layang itu menemukan dirinya terbang semakin lama semakin tinggi. Ketika ia mengangkat wajahnya menengadah ke langit, ia berteriak gembira; 'Wuaahhh, langit yang biru. Aku akan terbang tinggi sampai ke ujung sana.' Namun tiba-tiba ia merasa bahwa perjanannya kini agak tersendat dan menjadi berat. Ia tidak bisa bergerak lebih tinggi dan tak mampu maju lebih jauh lagi. Ketika ia menundukkan kepalanya, barulah ia tahu kalau pemiliknya memegang kuat ujung benang. Benang itulah yang membuatnya tak bisa terbang tinggi. Layang-layang itu menjadi amat marah. 'Mengapa ia tidak melepaskan aku?? Bila aku dilepaskan secara bebas, aku pasti akan terbang lebih tinggi menembusi awan-awan yang ada jauh di atas sana.' Demikian layang-layang itu berontak. Tiba-tiba tali benang itu terputus. Dan Ternyata bukan kenikmatanlah yang dia peroleh. Sebaliknya, ia kini jungkir balik terbang tak teratur dibawa angin. Angin kencang datang menghembus, dan ia jatuh tersangkut di atas sebatang pohon. Rangka-rangkanya patah. Kertas-kertasnya sobek. Ia kini menjadi seonggok sampah yang tak berbentuk. Pada saat seseorang berkata bahwa ia hebat dan kuat, saat itu merupakan awal kehancurannya. ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, 17 October 2014

JANGAN BERHENTI DI TENGAH BADAI

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - JANGAN BERHENTI DI TENGAH BADAIPada suatu hari, ada seorang anak yg sedang berkendara dengan ayahnya , spt biasanya mereka bekendaraan menuju ke suatu tempat. Dan si anak yg mengemudikan mobil . Setelah beberapa puluh kilometer, tiba² awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti. "Bagaimana Ayah? Kita berhenti?", si anak bertanya. "Teruslah mengemudi!", kata sang Ayah. si anak tetap menjalankan mobil mengikuti perintah ayahnya. Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujanpun turun dg derasnya . Beberapa pohon besar bertumbangan, bahkan ada pohon2 kecil yg diterbangkan angin. Suasana nya sangat menakutkan. Banyak kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti. "Ayah...?" "Teruslah mengemudi, tingkatkan perhatian dan ekstra hati-hati!" kata sang Ayah sambil terus melihat ke depan. Si Anak tetap mengemudi dgn bersusah payah. Hujan lebat menghalangi pandangan sampai hanya berjarak beberapa meter saja. Anginpun mengguncang²kan mobil kecil itu . Si Anak mulai merasa takut. Tapi dia tetap mengemudi kan mobil sesuai perintah ayahnya walaupun sangat perlahan. Setelah melewati bbrpa kilometer ke depan, terasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. Setelah beberapa killometer lagi, sampailah mereka di tempat yg kering & mereka melihat matahari bersinar muncul dari balik awan. "Silakan kalau mau berhenti sekarang dan keluarlah", kata sang Ayah tiba². "Kenapa sekarang?", tanya si anak terheran-heran. ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

SEDEKAH BUNTUT SINGKONG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SEDEKAH BUNTUT SINGKONGAda seorang penjual gorengan bernama Sutikno yang punya kebiasaan menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Sebelum pulang ke rumah, dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering bermain di dekat tempatnya mangkal. Tanpa terasa sudah dua puluh empat tahun Sutikno menjalani bisnis jual gorengannya tanpa ada perubahan yang berarti, masih mangkal di tempat yang sama dengan omset penjualan yang tidak berubah pula. Suatu hari datang seorang pria dengan penampilan elegan dan membawa mobil mewah berhenti di depan gerobaknya sambil bertanya,”Ada gorengan buntut singkong Bang?” “Kagak ada mas! Yang ada pisang sama singkong goreng”, balas Sutikno. “Saya kangen ama buntut singkongnya. Dulu waktu kecil dan ketika ayah saya baru meninggal tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman mengejek saya karena tidak bisa beli jajan. Saya waktu itu lalu lalang di depan gerobak abang, lalu abang memanggil saya dan memberi sepotong buntut singkong goreng,” ujar pria itu. Sutikno terperangah, dia tidak mengira sepotong buntut singkong yang biasanya dibuang, bisa membuat pria itu mendatanginya dengan keadaan yang benar-benar berbeda. “Yang saya berikan dulu itukan cuma buntu singkong. Kenapa kamu masih ingat sama saya?” tanya penjual gorengan itu penasaran. “Abang tidak sekedar memberi saya buntut singkong, tapi juga kebahagiaan,” papar pria itu. Sesuatu yang dianggap remeh, tapi baginya hal itu membuat sangat bahagia sehingga ia berja....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wednesday, 15 October 2014

JEMBATAN BISIKAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - JEMBATAN BISIKAN3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka. Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali. Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis. Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu. Tapi pada suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan dari atas cakrawala. Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana. Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama. Mereka memutuskan untuk menikah. Keluarga si pemuda bilang tidak. Gadis itu berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh. Tapi si pemuda bersikeras. Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala. Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat. Keluarganya tidak membantu. Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka. Mereka menamakan jembatan si pemuda “Jembatan Bisikan“. Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya. Namun si Pemuda tidak peduli. Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun. Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala. Mereka pun menikah di ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tuesday, 14 October 2014

KARET GELANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KARET GELANGSuatu kali saya membutuhkan karet gelang, satu saja. Shampoo yang akan saya bawa tutupnya sudah rusak. Harus dibungkus lagi dengan plastik lalu diikat dengan karet gelang. Kalau tidak bisa berabe. Isinya bisa tumpah ruah mengotori seisi tas. Tapi saya tidak menemukan satu pun karet gelang. Di lemari tidak ada. Di gantungan-gantungan baju tidak ada. Di kolong-kolong meja juga tidak ada. Saya jadi kelabakan. Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli di jalan. Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet. Sudah ditunggu yang jemput lagi. Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak bisa. Dipuntal-puntal pakai kantong plastik, juga tidak bisa. Waduh, karet gelang yang biasanya saya buang-buang, sekarang malah bikin saya bingung. Benda kecil yang sekilas tidak ada artinya, tiba-tiba menjadi begitu penting. Saya jadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu. Dia tidak menonjol, apalagi berpengaruh. Sungguh, Sangat biasa-bisa saja. Dia hanya bisa mendengarkan saat orang-orang lain ramai berdiskusi. Dia hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Itu pun kadang-kadang salah. Kemampuan dia memang sangat terbatas. Tetapi dia sangat senang membantu orang lain; entah menemani pergi, membelikan sesuatu, atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja asal membantu orang lain, ia akan kerjakan dengan senang hati. Itulah sebabnya kalau dia tidak ada, kami semua, teman-temannya, suka kelabakan juga. Pernah suatu kali acara yang sudah kami persiapkan gagal, karena dia tiba-t....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1