Pages

Saturday, 1 November 2014

Strategi petumbuhan bagi Pengusaha

Untuk menjadi seorang entrepreneur tidak usah menunda-nunda karena akibat kurangnya modal maupun mencari-cari ide bisnis yang besar.Kalau memang ingin menjadi entrepreneur,lakukan saat itu juga walaupun sangat kecil.

“ Kita belum punya ide mau bisnis apa?”. Nah, yang berpikir seperti ini bukan entrepreneur. Kalau Anda memang mau menadi entrepreneur, lakukan saat itu juga mulai dari yang sangat kecil, yang tanpa modal, mungkin modalnya kesungguhan, artinya meyakinkan orang.”
~ Dahlan Iskan ~

1.Access to human ( SDM )
Tanpa kemampuan kita mengakses human capital yang mumpuni, yang bisa memberikan kita suatu tambahan dari pada performance kita, susah men-scale up bisnis kita.
2.Access to market ( akses kita kepada pasar )
Nomor dua adalah access to market. Akses kita kepada pasar. Bagaimana di pasar ini, ini adalah sebuah kawah candradimuka di mana kita hanya punya satu choice yaitu untuk membesarkan usaha.
3.Access to capital
 Nggak akan kita bisa bertumbuh, scale up tanpa ada akses terhadap capital. Permodalan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Tapi modal itu akan mengejar kita kalau kita punya SDM yang bagus, punya produk yang bagus, dan punya akses terhadap market.  Ini dana-dana, capital-capital baik itu pedapt capital maupun perbankan akan bukan kita yang mengejar mereka, mereka yang akan mengejar kita kalau kita sudah mumpuni pada akses pertama terhadap SDM, dan akses kedua terhadap pasar tadi.
Bisnis itu kalau dikatakan itu 3P atau urip itu urup, itu menunjukkan bisnis itu tidak hanya sekedar dari profit, bisnis itu tidak hanya untuk kepentingan kita sendiri yang dikatakan share holder. kalau di dunia barat itu ada apa ya 3P itu, Profit, Planet, People itu sebetulnya di tempat kita itu ada filosofi yang lebih dalam urip iku urup.

“ Sebagai seorang calon pengusaha anda kan pertama kali yang bertanya itu yang ditanyakan adalah What industry are you going to be create? Mau masuk industri mana, ini yang kemudian perlu diidentifikasikan. Tantangan-tantangan mana yang paling banyak dan mana industri yang tantangannya relatif paling sedikit atau barangkali relatif lebih mudah diatasi? Nah kalau di industri barang konsumsi itu memang cukup melelahkan. Tantangannya dari ujung ke ujung, from end to end. Makanya saya dorong anak saya sudahlah jangan masuk di industri itu, biarkan itu papi saja yang sudah melewatinya kamu masuk ke industri yang berikutnya. Nah ini berarti mencari peluang dan mencari peluang itu tidak hanya berdasarkan knowledge versus knowledge, tapi bisa juga dengan menggunakan sistem tadi, menggunakan tools, pendekatan scientific itu bisa. Menemukan industri mana yang menarik itu kan bisa diawali dengan environment scanning dulu.”
 ~ Sudhamek ~


“ Dan nilai tambah itu tadi seperti yang saya katakan differentation yang dipersepsi penting bagi konsumen. Jadi ini yang terus kita pikirkan. Makanya jadi pengusaha seperti yang Einstein bilang “never stop questioning”. Terus kita harus terus berpikir, dari pada ngerumpi kan lebih baik berpikir. Apalagi berpikir itu untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna dan berfaedah bagi orang lain orang banyak. Itu kan hidupnya jauh lebih berbahagia, lebih berguna.”
~ Sudhamek ~

“Pelanggan adalah sumber informasi, sumber inspirasi, dan sumber inovasi.”
~ Pak Ciputra ~

Pak Antonius tanan mendefinisikan peluang sebagai “Peluang adalah pelanggan bawa uang datang berulang-ulang”. ”. Jadi, kita bisa mengidentifikasi peluang bila kita bisa memahami ada pelanggan yang bawa uang atau memiliki daya beli yang akan datang berulang-ulang.

Ada 3 kata kumci dalam entrepreneurship yakni Peluang,Solusi dan Resiko

Peluang kita dapatkan dengan cara mengubah masalah. Masalah jadi peluang. Dan untuk mengembangkan solusi, harus diinovasikan. Harus ada inovasi. Dan yang ketiga, pasti ada faktor resiko. Resiko harus dikelola, dikecilkan, jika perlu dihapus.

Setiap perusahaan akan melalui sebuah proses perjalanan kehidupannya. Pertama-tama sebuah usaha akan diawali dengan proses start up, yaitu memulai dari nol. Ibarat manusia, dia lahir. Setelah lahir, maka itu adalah memasuki tahap yang disebut dengan tahap perkenalan atau introduction. Pada tahap ini usaha mulai dikenalkan kepada pasar, kepada para pelanggannya, kepada masyarakat. Apakah pelanggannya bisa menerima atau tidak ini adalah sebuah proses dalam masa-masa perkenalan.

 ketika usaha itu masuk dalam tahap pertumbuhan dimana artinya pendapatan lebih besar daripada biaya, dengan kata lain ada untung, maka untung itu harus kita gunakan dengan bijaksana.

"Baru ketika masuk dalam fase kematangan, setelah promosi yang sangat gencar, harus diikuti dengan pendistrubusian yang lebih luas. Artinya, ekspansi, buka cabang di berbagai tempat. Ini juga penting supaya mereka atau brandnya dikenal di makin banyak daerah."

~ Nur Agustinus ~

     Strategi petumbuhan juga bisa kita lihat dalam dua hal yaitu pertumbuhan dengan market yang baru, atau pertumbuhan dengan produk yang baru. Jadi, perusahaan menghasilkan produk-produk baru untuk supaya bisa terjadi cross selling, jadi pelanggan yang sudah membeli produk A kita, dia akan membeli produk B yang kita keluarkan juga.  
Kalau itu juga mungkin kita sulit lakukan karena kita tidak melakukan diversifikasi dalam hal produk, kita bisa melakukan dengan membuka cabang di tempat lain.
  

No comments:

Post a Comment