Pages

Sunday, 2 November 2014

Study analisa HP XiaomI RED Mi 1S

Bagaimana Xiaomi Tembus Posisi 3 Besar Pasar Smartphone Dunia dalam 4 Tahun

Lazada Philippines





Pabrikan smartphone Tiongkok Xiaomi yang fenomenal berhasil menorehkan prestasi dengan menduduki peringkat ketiga di antara jajaran produsen penghasil smartphone di seluruh dunia hanya dalam 4 tahun sejak pendiriannya.
Xiaomi tercatat sukses menjual 19 juta smartphone produknya di kuartal ketiga tahun ini, demikian ungkap peneliti IHS iSuppli hari Senin (27/10).
Sementara itu,  Huawei yang tahun sebelumnya berada di posisi ketiga jatuh ke ranking 4 di kuartal 3 tahun 2014 dengan hanya menjual 16,8 juta smartphone. Di saat bersamaan pabrikan Lenovo yang telah diakuisisi Motorola mengintai posisi ketiga bersama dengan produsen lainnya dari negeri ginseng LG yang baru-baru ini secara pesat memulihkan volume penjualannya yang menurun. LG dan Motorola makin ketat bersaing meski harus mengakui keunggulan Xiaomi.
Bagaimana Xiaomi sampai di titik seperti sekarang ini? Perusahaan itu didirikan pada tahun 2010 sebagai pengembang firmware Android untuk ponsel cerdas. Xiaomi di awal pendiriannya meluncurkan program yang dinamai MIUI, yang memungkinkan smartphone berbasi Android untuk bisa tempil menyerupai iPhone dari Apple yang merajai pasar smartphone. Xiaomi kemudian dikembangkan sebagai perusahaan produsen handset/ perangkat.
Perjuangan Xiaomi ke tangga kesuksesan tidaklah mudah di tahun-tahun pertama. Dua tahun sejak pendiriannya, perusahaan Tiongkok tersebut berhasil memasarkan 5,7 juta smartphone. Kemudian mereka tidak berpuas diri dan terus menggenjot penjualan hingga mencapai 18,7 juta di tahun 2013. Tidak berhenti di situ, ada 11 juta smartphone baru yang berhasil terjual di kuartal pertama tahun ini, lalu 15,1 juta di kuartal kedua 2014. Pencapaian yang pesat itu membuatnya berhak menyandang gelar pabrikan smartphone terbesar kelima di dunia.
Lompatan besar berhasil dilakukan Xiaomi berkat jumlah penjualan di pasar Tiongkok yang memang sangat ‘gemuk’. Menurut badan penelitian pasar Startegy Analytcis, terdapat kurang lebih 14,6 juta ponsel pintar Xiaomi yang berhasil dipasarkan dalam kuartal kedua di negeri tirai bambu.
Bila diamati lebih detil, momentum naiknya performa Xiaomi terjadi selama setahun terakhir, demikian seperti dikutip dari laporan terbaru dari Canalys.
Tahun 2013, Xiami menguasai pangsa pasar 5% dari daftar peringkat pengapalan smartphone kuartal kedua. Kuartal pertama 2014, mereka berhasil merengkuh 10,7% pangsa pasar dan membuntuti sang penguasa pasar Samsung (18,3%) dan Lenovo (11%).
Setelah satu kuartal kemudian, Xiaomi menduduki peringkat teratas, dengan 14% pangsa pasar dan membuat nama-nama besar seperti Samsung, Lenovo dan Yulong ‘gigit jari’ dengan pencapaian masing-masing 12%.
Kunci sukses Xiaomi tidak lain dan tidak bukan adalah strategi yang menyeluruh dan dieksekusi dengan sangat baik, kata analis Chris Jones. Mereka menarik konsumen dengan harga murah dan juga menggarap aplikasi, games, dan tema demi menggenjot laba. Inilah yang jarang dilakukan secara serius oleh pabrikan lainnya.
Xiaomi secara konstan memutakhirkan software mereka (MIUI). Lain dari pabrikan raksasa semacam Apple yang memberi pemutakhiran software tiap tahun, Xiaomi bisa memberikan update setiap pekan bagi pengguna perangkatnya. Di samping itu, pengguna dimanjakan dengan berbagai fitur yang dapat disesuaikan dengan selera dan masukan.
Masih menurut Jones, Xiaomi sangat unggul dalam sisi eksekusi strateginya. “Xiaomi mengeksekusi strateginya dengan sempurna,”ujarnya pada laman E-Commerce Times. Perusahaan itu tidak segan memberikan produk-produk yang menarik hati secara terus menerus dengan banderol yang amat bersaing, software yang diperbarui lebih sering — semua disokong dengan efektif oleh kampanye pemasaran yang membidik calon konsumen dengan spesifik.

Mengingat usianya yang masih muda, Xiaomi memiliki banyak potensi untuk menjadi penguasa pasar, dan mungkin saja menggeser dominasi Apple dan Samsung saat ini.
Analis Colin Gibbs dari Gigaom Research menambahkan bahwa perusahaan itu memiliki peluang, yang juga bisa dimanfaatkan secara optimal oleh berbagai pabrikan smartphone anyar di pasar-pasar negara berkembang.
“Meskipun tingkat penetrasi smartphone mendekati titik jenuh di Amerika Utara dan pasar lainnya, sejumlah wilayah seperti Tiongkok, India dan Brazil masih akan menjadi titik pertumbuhan dramatis selama beberapa tahun mendatang,”ungkap Gibbs pada E-Commerce Times.
Fenomen naiknya Xiaomi dianggap mengejutkan menurut Jones karena sebetulnya Xiaomi tidak menyuguhkan satu hal yang diberikan banyak pesaingnya:jaringan 4G. Ponsel-ponsel Xiaomi belum memiliki fitur canggih ini meski di negerinya sendiri jaringan 4G sudah ada. Di sini, kita bisa simpulkan sebuah perusahaan tidak perlu meniru tren terbaru pasar untuk bisa besar. Cukup membidik segmen konsumen yang tepat, dan penjualan akan melesat cepat.
Xiaomi terus mencoba memanfaatkan potensi di berbagai pasar yang belum mereka jangkau.  Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura dan Taiwan, adalah beberapa yang mereka telah coba tembus, kata Jones. Xiaomi telah memulai penjualannya di India dan berupaya mendapatkan sertifikasi produk di negeri samba Brazil.
Momentum ini perlu terus dijaga agar Xiaomi bisa membangun brandnya di kancah dunia dan menemukan strategi yang sesuai untuk tiap pasar yang mencoba dimasuki.
Di samping itu, perusahaan ini harus memastikan bahwa perangkatnya bisa tetap mengikuti tren pasar dan permintaan konsumen, karena hanya memiliki jaringan 3G mungkin akan menjadi usang di Tiongkok dalam beberapa waktu mendatang.
Bisnis Xiaomi harus terus berkembang cepat di Tiongkok seiring dengan penetrasi jaringan 4G yang makin luas dan tingkat konsumsi data konsumen yang naik dengan agresif.
Baru-baru ini, Xiaomi terus melakukan ekspansi ke sejumlah pasar asing di luar Tiongkok. Beberapa di antaranya yaitu Singapura, Hong Kong dan India. Di India, smartphone seri Mi3 laris manis hanya dalam hitungan 5 detik setelah mereka merilis batch pertama dirilis.
Akan tetapi, makin banyak pendatang baru dari Tiongkok yang muncul dan menjadi pesaing Xiaomi. Mezu, misalnya. Perusahaan itu sudah mulai memproduksi smartphone tahun 2008, dua tahun sebelum Xiaomi berdiri, dan mereka juga berambisi mengikuti jejak Xiaomi. Demi memuluskan ambisi itu, Mezu mengembangkan program-program software mereka sendiri seperti yang sudah dilakukan Xiaomi. Ada juga OnePlus, yang baru berdiri tahun 2013, tetapi sudah mendapat sorotan media karena berhasil merilis ponsel cerdas murah meriah yang berspesifikasi relatif tinggi di kisaran tersebut.
Perusahaan ini berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu produsen smartphone dan layanan mobile terbaik. Dan dapat dikatakan Xiaomi merupakan contoh perusahaan yang tidak hanya baik dalam strategi tetapi juga eksekusi. Kombinasi sempurna untuk memenangkan kompetisi yang makin ganas di pasar smartphone global. (Chosun/Ecommercetimes/ Akhlis)

No comments:

Post a Comment