Pages

Thursday, 24 July 2014

Marketing Mix

Marketing Mix diawali dengan 4P. Memang sekarang sudah berkembang lebih banyak lagi. Ada sampai 7P, bahkan ada yang bilang ada 8P. Tapi kita akan masuk pada materi yang 4P, karena 4P ini merupakan basic.
4P ini merupakan singkatan dari Price (harga), kemudian ada tentang Promotion (promosi), ada tentang Place (tempat) / distribusi, dan yang terakhir tentang Product (produk). Nah, 4P ini sebenarnya kalau kita pelajari, ini harus berkaitan dengan apa yang kita pelajari di minggu-minggu sebelumnya. Modul-modul sebelumnya kita telah bahas mengenai 3C, kita bahas melakukan analisis SWOT, kita juga melakukan tentang segmentasi, targeting dan juga positioning. Oleh karena itu ketika kita merumuskan sebuah marketing mix itu benar-benar harus sesuai dengan target atau positioning yang hendak kita lakukan karena kapan kita memilih tempat untuk menjual atau memasarkan produk kita? Berapa harga yang akan kita jual? Kemudian produknya seperti apa? Promosinya seperti apa juga? Itu tergantung dari STP tadi.
Jadi kita tidak bisa memisah-misahkan. Sebagai sebuah strategi marketing, ini menjadi sebuah satu kesatuan dimana kita membentuk, mengemas produk atau jasa kita yang kita buat atau kita tawarkan kepada pelanggan itu bisa diterima oleh pelanggan yang benar-benar kita tuju. Jangan sampai nantinya kita melakukan promosi tetapi salah sasaran. Salah media misalnya. Oleh karena itu kita akan bahas satu per satu dalam video pembelajaran berikutnya bagaimana kita melakukan promosi, bagaimana kita melakukan pricing, bagaimana kita juga melakukan masalah place dan bagaimana product. Product itu ada berapa jenisnya, ada tentang apa saja, demikian juga tentang distribusinya. Semua itu akan kita bahas dalam minggu yang terakhir ini yang akan kita kemas dalam sebuah modul yaitu tentang marketing mix.
Strategi pemasaran tentunya perlu dipraktekkan. Banyak teori yang telah kita pelajari dalam empat minggu ini mulai dari 3C, kemudian analisis SWOT, kemudian juga STP dan marketing mix. Jangan kemudian kita mengabaikkan karena sebagai sebuah strategi, ini benar-benar harus dilakukan dengan baik. Semoga semua video pembelajaran mulai dari awal hingga akhir, hingga minggu ini bermanfaat bagi UC Onliner untuk mengembangkan usaha, untuk memperluas pemasaran karena kita tahu bahwa dengan strategi pemasaran yang entrepreneurial, kita bisa meraih sukses.

Segmentation, kemudian Targeting, dan Positioning

STP. STP adalah singkatan dari Segmentation, kemudian Targeting, dan Positioning. Jadi dalam modul yang ketiga ini kita akan mempelajari bagaimana melakukan segmentasi pasar.
Segmentasi pasar tentunya adalah memilah-milah pasar sesuai dengan apa yang kita tawarkan dan target, nantinya yang akan kita tuju. Karena setelah kita melakukan segmentasi, kita baru akan masuk pada targeting. Artinya jelas bahwa kalau kita salah melakukan segmentasi, kita nantinya juga akan salah melakukan targeting, maka pemasaran yang kita lakukan bisa menjadi gagal. Strategi yang kita lakukan juga bisa tidak berhasil.
Lalu apa itu positioning? Positioning tentunya adalah bagaimana di benak pelanggan kita produk/ jasa kita dipikirkan/ dipersepsi. Jadi, semua ini akan mempengaruhi bagaimana strategi pemasaran itu bisa berjalan dengan baik atau tidak. Kalau kita tepat melakukan segmentasi, kalau kita tepat melakukan target, dan tepat juga melakukan positioning, kita akan bisa lebih berhasil dalam memasarkan produk kita. Tentunya ada cara-cara, ada teori-teori, ada tools, ada semacam teknik untuk melakukan segmentasi. Itu akan kita pelajari dalam video-video pembelajaran dalam minggu ini karena dalam modul yang ketiga ini kita akan bahas secara tuntas tentang bagaimana melakukan segmentasi, bagaimana juga kita melakukan targeting, karena nantinya modul ini akan sangat berkaitan erat dengan modul yang terakhir yaitu marketing mix. Demikian pengantar mengenai STP yang akan kita pelajari dalam minggu ini. Semoga semua materi yang kita pelajari ini bisa bermanfaat. Salam entrepreneur..

SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunity, Threats)

Jurnal Refleksi Minggu 2 UCEO



ANALISIS SWOT
(Strenght, Weaknesses, Opportunity, Threats)
Oleh: Subhan Nafis

Setelah saya mempelajari analisis SWOT (Strenght, Weaknesses, Opportunity, Threats) yaitu analisa yang menggambarkan mengenaiStrenght/Kekuatan yang merupakan lingkungan internal perusahaan dikaji berdasarkan pesaing dengan segmentasi dan usaha atau bisnis sejenis, serta analisa kelemahan internal dari usaha yang dijalankan atau dimiliki. 
Dengan analisis kekuatan dan Weaknesses/Kelemahan kita bisa mengetahui strategi apa yang harus dilakukan agar usaha atau bisnis berjalan dengan baik. Kekuatan yang dimiliki itu menjadi potensi memajukan perusahaan harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan, sebaliknya kelemahan yang dimiliki perusahaan sebaiknya dikurangi atau dicari solusinya sehinga semakin sedikit kelamahan maka akan meningkatkan keberhasilan suatu bisnis.
Dalam analisa SWOT terdapat juga Opportunity/Peluang danThreats/Ancaman yang merupakan konsep dasar analisis yang mengkaji lingkungan eksternal perusahaan. Dalam menganalisa peluang dan ancaman bisa dengan metode PESTEL analisys yaitu:
  • Political
  • Environmental
  • Social
  • Technological
  • Economic
  • Legal
Dari keenam kategori tersebut apabila memudahkan suatu usaha atau bisnis maka akan menjadi peluang akan tetapi apabila menyulitkan suatu usaha atau bisnis maka akan menjadi ancaman atau tantangan.
Demikian refleksi minggu 2 yang bisa saya gambarkan dengan belajar di UCEO jadi bisa mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menyukseskan tujuan perusahaan.

Aplikasi: Proyek perumahan di Cihanjuang- Bandung

Strength: Lokasi di daerah lembah pegunungan yang sejuk dan lingkungan yang asri, berdekatan dengan infrastruktur kota Cimahi yang berkembang dengan cepat, kawasan penduduk yang sedang berkembang pesat,pusat pemerintahan, perkantoran,sekolah,tempat Wisata outbond Katumiri Land yang sudah dikenal masyarakat,taman strawberry,pemancingan umum, Taman kupu2,dan lokasi wisata lainnya di sekitar parongpong perbatasan Bandung barat dan Utara , sangat baik diminati oleh wisatawan lokal dari Jakarta dan Bandung  
Weakness
Akses masuk gerbang ke komplek perumahan kurang leluasa,,transportasi umum seperti ojek, supermarket didalam komplek belum ada. 

Opportunity:  

Threats

3C (Customer Needs, Company, Competitor)

Salam entrepreneur UC onliner.


STRATEGI PEMASARAN
Semakin ketatnya persaingan dalam sebuah usaha membuat pemasar dituntut semakin cerdas serta kreatif dalam memasarkan produknya. Pemasar yang baik tidak hanya terjun ke pasar untuk memasarkan produknya tanpa dibekali kemampuan yang baik pula, namun juga harus mengerti teori serta strategi yang tepat untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Materi pembelajaran ini berisi mengenai strategi pemasaran, yaitu strategi atau serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk memasarkan suatu barang/ jasa kepada konsumen.

Ada 4 Hal yang perlu kita ketahui dalam Strategi pemasaran            
  1         : 3C (Customer Needs, Company, Competitor)
  2         : SWOT Analysis
  3         : STP (Segmentasi, Targeting, Positioning)
  4         : Marketing Mix (4P)

3 C
3C (Customer Needs, Company, Competitor)
  1. Customer Needs
  2. Company
  3. Competitor
SWOT
SWOT Analysis
  1. Strength
  2. Weakness
  3. Opportunity
  4. Threat
STP
Segmentasi, Targeting, Positioning
  1. Dasar-dasar Segmentasi Pasar
  2. Penentuan Targeting
  3. Memposisikan Produk di Benak Konsumen
Marketing Mix
Marketing Mix
  1. Produk
  2. Place
  3. Price
  4. Promotion
  5. Hubungan 4P dengan 4C


aplikasi teori :
Tugas Minggu 1
3C Analysis: Customer Need, Company Analysis, Competitor Analysis 


Produk Makanan ringan tradisional Rengginang


 

Customer need:
Rengginang adalah makanan ringan yang dibuat oleh masyarakat sejak lama
dan menjadi sangat unik karena tetap bertahan hingga saat ini
Regginang adalah makanan ringan Tradisional Khas Daerah khususnya di Jawa Barat yang sangat kuat kesan originalnya makanan klassik.
Rengginang sebagai oleh2 atau bawaan/pemberian ke sanak family maupun sebagai makanan ringan biasa
Rengginang menjadi sangat nikmat dicicipi bila ditemani dengan secangkir kopi hangat dan menjadi pasangan makanan yang sangat mantaps!..
pas nikmatnya pas gurihnya he he…

Company Analysis:
Kebutuhannya semakin meningkat manakala bulan Ramadhan menjelang  momen Hari Raya Iedul Fithri,
hal ini kami alami ketika memulai tahun yang lalu sehingga kami tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan sepenuhnya dikarenakan terbatasnya produksi
Segmen pasar ini sangat terbuka dan belum banyak yang menggarap secara serius terutama dalam bentuk kemasan yang lebih menarik sebagaimana makanan ringan lainnya

Competitor Analysis :
Harga jual di pasaran bervariasi 
Harga Rengginang Dua Putra Rp. 15.500 / pak grosir minimal 20 pak
Harga Rengginang Dua Putra Rp. 18.000/pak eceran minimal 2 pak
Harga Rengginang Diana Rp. 12.000/pak grosir minimal 20 pak
Harga Rengginang Diana Rp. 13.500/pak eceran minimal 2 pak
Sedangkan produk yang kami buat perpak hanya berharga hanya
Rp10 ribu saja,  - mentah/250gram

Kendala :
-Waktu untuk menjemur sampai kering sangat ketergantungan dengan  cuaca,Panas Matahari di butuhkan waktu 1-2 hari  dengan cuaca panas pada temperature rata2 24- 28 derajat Celcius,sehingga produksi lambat
- Kemasan Produk masih dalam bentuk kemasan yang sederhana.
- Belum maksimalnya Pemasaran
- Harus mensortir campuran beras yang ditelah dicampur oleh penjual ketan dipasaran 

Keunggulan:
Ketan murni
Kualitas Rasa boleh dicoba dengan yang sudah ada
Mekar tanpa dijemur lagi
bentuk menarik oval


Demikian Tugas 1 minggu ini, saran dan pesanan kami tunggu he he...
Terima kasih,salam sukses !

Produk sendiri :


produk pesaing:
, COLLAPSED, CLICK TO EXPAND